Ratusan warga desa Kaleko'mara Kec. Polongbangkeng Utara melakukan aksi demo depan kantor BPN Takala

Ratusan Warga Desa Ko’mara Demo Tolak Pembangunan Bendungan Pammukkulu

PatonroNews.Com -- Usai melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulsel, Ratusan massa pengunjuk rasa dari Desa Kaleko\'mara Kecamatan Polongbangkeng Utara, melanjutkan aksinya di Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Takalar siang tadi, Rabu (6/3/2019).

Aksi unjuk rasa protes ini dilakukan warga lantaran pembangunan bendungan Pammukkulu di Desa Kaleko\'mara sangat merugikan warga setempat.

Warga mengaku dirugikan terutama pembebasan lahan yang dinilai terlalu rendah harganya.

Kordinator lapangan (korlap) Muallim Bahar, dalam orasinya mengatakan warga secara tegas menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu. Menurutnya jika pembangunan bendungan tetap dilanjutkan maka tuntutan warga mengenai harga tanah naik dari Rp.3.500 per meter, naik menjadi Rp.50.000 per meter.

“Kami menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu, selama harga 50.000 permeter belum disepakati. Harga pembebasan lahan 3500 rupiah, itukan tidak manusiawi, tegas Muallim dalam orasinya.

Dalam orasinya warga Desa Komara juga ingin menemui kepala BPN Kabupaten Takalar Agustan.

“Kami meminta kepada kepala BPN Takalar agar segera keluar menemui warga Desa Komara,\" Tutur Muallim.

Aksi saling dorong mendorong sempat terjadi lantaran ratusan warga memaksa masuk yang dijaga personel Polres Takalar.

Warga Desa Komara sempat melontarkan kekecewaan karena kepala BPN Takalar tidak berada di kantor. Setelah kesepakatan, para warga Desa Komara yang melakukan aksi akhirnya diterima kepala BPN Takalar, yang diwakili tiga kepala seksi.

Kepala seksi hubungan hukum BPN Takalar Achmad mengatakan kepada warga, meminta maaf karena Kepala BPN Takalar tidak dapat menemui para warga Komara yang melakukan aksi demo.

“Sebelumnya kami meminta maaf karena kepala BPN mengikuti rapat kordinasi perjanjian kerjasama Kementerian Agraria dan tata ruang dengan Ombudsman di Makassar, kata Achmad.

Ada empat tuntutan warga disepakati warga desa Komara dengan perwakilan kepala BPN Kabupaten Takalar saat melakukan diskusi.

“Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti keatasan, dan akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk langkah selanjutnya, ungkap Ahmad saat diwawancarai yang didampingi kepala seksi pengadaan tanah dan Kepala seksi infrastruktur pertanahan.

Usai melakukan diskusi dan mendengarkan penyampaian perwakilan kepala BPN Kabupaten Takalar, warga Desa Komara pulang dengan kekecewaan dengan membalikkan beberapa meja di ruang pertemuan.(*).