Wisata Mangrove Desa Setabu

Wisata Mangrove Setabu, Destinasi Swafoto Warga Perbatasan Negara

NUNUKAN, Koran Kaltara – Wisata mangrove Setabu, di RT 04 Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat, tidak lama lagi akan dibuka untuk umum. Wisata mangrove dengan desain jembatan warna-warni yang memanjang sekitar 370 meter dengan lebar 1,5 meter melingkari pepohonan mangrove.

Selain itu, suasananya yang hening dengan hembusan angin laut ditambah pemandangannya yang menarik, menjadi daya tarik untuk pengunjung ber-swafoto dan melepas lelah sejenak. Pembangunan jembatan yang dimulai sejak bulan Mei lalu, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), saat ini masuk dalam tahap finishing.

“Kita rencanakan, diresmikan pada tanggal 28 Oktober 2019, saat Hari Sumpah Pemuda,” ujar Kepala Desa Setabu, Rambli, Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan, untuk penentuan nama masih akan dibicarakan dengan pemerintah Kecamatan Sebatik Barat. Selain jembatan menampilkan aneka warna, fasilitas lainnya seperti pendopo, lampu penerangan dan hias, wc, musala, taman dan spot untuk foto selfi.

Ide awalnya membangun jembatan untuk menunjang wisata mangrove, sebagai langkah pemerintah desa menjaga kelestarian ekosistem. Disamping itu,  sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD), mengingat potensi mangrove yang dimiliki Desa Setabu sangat besar.

Diharapkan juga peran serta masyarakat dalam pengembangan wisata mangrove. Dengan begitu dapat berdampak pada pendapatan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya kunjungan wisatawan, misalanya ada wisata kuliner dan kerajinan tangan oleh masyarakat sendiri. Bisa kita jual kepada para wisatawan,” ujarnya.

Hadirnya wisata mangrove sebagai salah satu pilihan destinasi wisata di Pulau Sebatik, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang akhirnya menuju kesejahteraan desa yang makmur. (*)

Reporter : Sabri

Editor : Nurul Lamunsari