Melihat dari Dekat Gebyar Buah Perbatasan di Desa Maspul, Sebatik Tengah



DURIAN DISANTAP GRATIS, HARAPAN PETANI DAN PEKEBUN DAPAT RESPON

“Musim durian telah tiba”. Demikian kalimat warga Nunukan saat menyambut musim buah durian di Bumi Penekindi Debaya. Musim buah yang punya wangi menyengat ini juga tak luput dari perhatian Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, Servianus. Dia ingin sekali menyantap buah yang sekali setahun baru berbuah tersebut. Kemana mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nunukan ini mencari durian enak?

=============

JIKA menyantapnya di pinggir jalan sendirian atau hanya membeli di lapak buah lalu menghabiskannya di rumah, bagi Sekkab Nunukan Servianus adalah hal biasa. Tapi kali ini, Rabu 24 Juli 2019 sekira pukul 08.30 Wita, mobil dinas KT 6 N yang ditumpanginya sudah terparkir mantap di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Nunukan Selatan. Di pelabuhan tersebut, Sekkab Nunukan akan menyeberang lautan yang membelah Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik bersama sejumlah kepala dinas, kepala lembaga dan stafnya dari berbagai dinas. Semua itu dilakukan demi mencicipi durian yang langsung dipetik dari pohonnya. Tempatnya di perbatasan Indonesia-Malaysia, lumayan jauh.

Sekira pukul 09.00 Wita, rombongan sampai di Pelabuhan Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, senyum mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekkab Nunukan ini terus mengembang. Jembatan panjang berbahan kayu ulin di Pelabuhan Binalawan dilangkahinya gagah. Tangan kirinya juga sempat dimasukkan ke kantong, tak lupa menyapa warga yang sibuk dengan aktifitas paginya.
HADIR : Saat sampai di lokasi kegiatan, Sekkab Nunukan didampingi Camat Nunukan H Haini dan Kepala BNN Nunukan Kompol La Muati.

Sampai di ujung jembatan, langkah Sekkab agak dipercepat. Tangan kirinya dikeluarkan dari kantong lalu berayun mengimbangi langkah mantapnya ke arah mobil. Beberapa anak buahnya tak mau ketinggalan mempercepat langkah menguntit sang pimpinan. Semua siap, rombongan mulai terlihat buru-buru. Karena jalan melalui utara ada yang rusak, rombongan memilih jalan melintasi jalan aspal di selatan. Cukup laju seperti mengejar yang dituju segera terlihat.

Setelah ditelisik, ternyata ada acara penting yang sedang menunggu Sekkab Nunukan dan rombongan di Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah. Jalan masuk menuju tempat acara yang terbuat dari semen harus ditempuh pelan. Dengan begitu, rombongan bisa puas melihat rimbun pohon dan rumah warga yang jarak rumah satu dengan yang lainnya agak berjauhan. Selain rimbunnya pohon sawit, di sepanjang kanan dan kiri jalan juga terpantau pohon pisang, rambutan dan durian. Tiba di simping jalan, rombongan tak mimilih jalan menuju Kantor Camat Sebatik Tengah, melainkan ke arah kiri. Tak jauh dari sini, ada persimpangan lagi ke kanan yang badan jalannya masih tanah dan kerikil. Sekitar 500 meter ke dalam, ratusan warga sudah menunggu. Suara mereka seperti gumam yang menggema pelan mulai terdengar.

Dari dekat, tampak backdrop bertulis ‘Gebyar Buah Perbatasan’ dipasang warga menyambut kedatangan Sekkab Nunukan dan rombongan yang menghabiskan 1 jam lebih perjalanan di daratan Sebatik. Senyum dan sapa warga seketika terdengar ramai. Orang nomor 3 di Nunukan itu disambut hangat. Sambutan warga pun berbalas senyum pria ramah ini.

Sambil menyiapkan 1.002  buah durian untuk dimakan gratis, Sekkab ditemani Camat Sebatik Tengah, H Haini dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Nunukan, La Muati menebar cerita hangat. Tak banyak yang tahu apa yang mereka bicarakan hingga akhirnya acara dimulai dengan sambutan Kepala Desa Maspul, Agus Salim. Pria yang pernah mendapatkan penghargaan dari BNN Nunukan karena semangatnya memerangi peredaran narkoba di desanya memaparkan maksud kegiatan yang digelar warganya. Dia menekankan bahwa kegiatan ini adalah aspirasi warganya yang ingin mengungkapkan rasa syukur. Dia pun berharap tahun depan kegiatan serupa digelar lagi.

“Jadi, Insya Allah tahun depan kita siapkan semuanya lebih baik lagi. Sekaligus kita siapkan buahnya bukan hanya buah durian. Segala macam buah yang ada di desa kita siapkan,” ungkapnya.

Keberhasilan warganya menggelar kegiatan, kata Agus Salim, juga mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Padahal, niat awalnya hanya untuk mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan perkebunan mereka dan ingin mempererat silaturahmi antara warga setempat dan warga luar Desa Maspul, namun kejutan lain mereka dapatkan.

“Kami juga merasa bangga bahwa level petani macam kami bisa melaksanakan kegiatan besar ini. Untuk acara ini sebenarnya hanya syukuran seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dia depan Sekkab Nunukan, Agus Salim kemudian mengajak warga di luar Desa Maspul ikut menghargai hasil kerja keras warganya dengan kegiatan yang sama di daerah masing-masing. Dengan nada berapi-api, Agus Salim menyebut, kegiatan yang mereka gelar adalah salah satu upaya mempersatukan Indonesia dari perbatasan.

“Kalau tahun lalu hanya menggunakan 400-450 biji buah durian, Alhamdulillah tahun ini kita bisa mengumpulkan sebanyak 1.002 biji buah durian yang akan kita santap bersama-sama di sini. Jika ingin membawa pulang kami sudah menyediakannya di luar,” katanya disambut tepuk gemuruh warga dan rombongan Pemkab Nunukan.

Tapi jangan salah. Maksud Agus Salim, yang disediakan di luar adalah pasar kecil yang sengaja didirikan warga untuk menjual buah-buahan, seperti rambutan, langsat hingga durian. Cara ini terbilang menguntungkan bagi pekebun yang menjual hasil tanam mereka. Pasalnya, semakin siang, pengunjung makin banyak yang menyusul. Sebagian aparatur di Pemkab Nunukan terlihat ikut ‘kabur’ ke Sebatik Tengah setelah memastikan tugas mereka selesai. Mereka memborong durian dan buah lainnya.

Usai Agus Salim, di depan warga, Sekkab Nunukan juga tampil menyapa. Tak hanya menyampaikan sambutan Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, Sekkab Nunukan juga didaulat menjadi juri dalam lomba durian terenak yang digelar warga. “Ini enak, layak dijual. Ini punya siapa?” tanya Sekkab Nunukan sambil menilai yang selanjutnya mendapat penjelasan dari Camat Sebatik Tengah, H Haini.

Hasilnya, durian nomor 4 milik warga Desa Maspul keluar sebagai juara terenak dengan jumlah poin 129,5 mengungguli durian nomor 11 dari Desa Maminasae dengan jumlah poin 125,5 dan durian nomor 12 dari Desa Maminasae dengan poin 121,5. Dikonfirmasi usai acara, Sekkab Nunukan mengungkapkan, hasil perkebunan warga ini patut diberi apresiasi, bahkan bisa dikembangkan dalam program agrowisata sekaligus mengakomodir semangat warga bercocok tanam.

“Kita berharap bisa melakukan pembinaan terhadap warga kemudian nanti hasil peneliti ini akan meningkatkan hasil perkebunan warga dan tentu akan meningkatkan pariwisata,” jelas pria penyuka kacamata hitam ini.

Sebagai warga perbatasan, kata Sekkab Nunukan, kegiatan ini adalah peluang yang sangat terbuka. Selain meningkatkan pendapatan warga di sektor pariwisata, durian warga juga bisa dijual ke Malaysia.

“Pemerintah sendiri sudah tadi kita sampaikan, bahwa dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk bersama-sama menciptakan inovasi-inovasi program yang  mendukung kegiatan agrowisata yang ada di sini. Kebetulan dari Dinas Pariwisata juga hardir, saya sampaikan supaya ini bisa dikemas sebagai salah satu kegiatan yang mendatangkan wisatawan di daerah ini. Nanti kita coba kolaborasikan (kedua dinas tersebut dengan warga),” jelasnya.

Bahkan, Servianus juga menyampaikan bahwa usulan warga agar potensi ini bisa dikemas dalam sebuah kegiatan besar akan menjadi agenda pemerintah selanjutnya. “Kita berharap kedepan ini bisa jadi potensi expo potensi desa yang bisa digelar setahun sekali. Persiapannya harus baik, komoditinya juga harus banyak sehngga ini juga bisa mendatangkan daya tarik masyarakat di luar ke sini,” pungkasnya.

Acara pun usai. Namun, pengunjung terpantau terus berdatangan hingga jalan rombongan Sekkab Nunukan menuju jalan utama harus diperlambat karena sesaknya kendaraan yang memenuhi jalan dekat lokasi acara. Kenyang oleh durian dan beragam buah lainnya membuat rombongan puas. Bahkan ‘diam-diam’, Sekkab Nunukan dibungkuskan beberapa durian khusus oleh panitia untuk dibawa pulang. Selamat bersantap, Pak Sekkab! (bn11)
sumber: Benuanta.co.id

//benuanta.co.id/index.php/2019/07/25/melihat-dari-dekat-gebyar-buah-perbatasan-di-desa-maspul-sebatik-tengah/16707/08/33/37/